Dalam ajaran Islam, misalnya, Allah menyuruh umat manusia bertakwa kepada Tuhan yang telah menjadikan manusia dari satu diri, lalu Ia jadikan jodohnya. Kemudian dikembangkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali (An-Nisaa ayat 1). Tapi, di sini letak perbedaan antara manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Bila makhluk lain kawin untuk mengikuti naluri biologisnya, berhubungan kelamin semaunya, perkawinan manusia dipenuhi muatan moral. "Untuk manusia, Allah membuat hukum sesuai dengan martabatnya," begitu tulis Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah
|