bismillah's posts with tag: kematian

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kematian
ReviewReviewReviewReviewKetika Cinta Bertasbih part 2Nov 20, '07 2:17 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Habbirurahman El shirazy
Novel ini berkisah tentang perjuangan seorang anak muda sederhana bernama Khairul Azzam, atau lebih dikenal dengan Irul, Abdullah, Kang insiyur -seorang mahasiswa mesir yang berjuang menghidupi ke3 Adikperempuan dan Ibu nya dengan berjualan Tempe dan Bakso, mungkin bagi sebagian Pribadi Azzam tidak bisa dikatakan sukses secara Akademik karena dia baru sanggup menyelesaikan S1 nya di mesir selama 9 Tahun karena dia lebih konsen dalam mengerjakan bisnis Tempe dan Bakso nya ketimbang ke melanjutkan kuliah.. demikian lah gambaran cerita dari Ketika Cinta bertasbih .. dan karena ini lanjutan dari KCB1 yang sebelumnya banyak mengisahkan kehidupan Azzam ke di mesir, sedangkan KCB2 memceritakan cita cita yang sempat tertunda hingga berakhir ending Azzam menikah dgn Anna -Anak seorang pengasuh besar pesantren kenamaan dijawa timur, yang cantik, pintar, lembut yang ternyata diam2 juga mencintai Azzam.

Kang Abik mampu menghadirkan cerita cinta yang menghanyutkan dan menyentuh pembacanya .Novel ini kaya akan nutrisi yang membangun dimana Hidup adalah perjuangan, dalam peribahasa Arab Man Jadda wa Jadda siapa yang bersungguh akan berhasil .dan orang sukses adalah orang yang memperjuangkan cita citanya dengan sepenuh hati , sekuta jiwa dan dengan kesungguhan Doa tentu nya ...
Sore itu ditengah panggung utama Indonesian Bookfair ke 27 yng berlangsung 4 hari di JCC , sabtu sore pukul 16.00 akan digelar Bedah buku "Ketika Cinta bertasbih 2" oleh sang maestero Kang Abik, begitu ia biasa disapa hadir sore itu dengan wajah yang tenang. Ternyata waktu Bedah buku yang diselenggarakan oelh Indonesia Bookfair tak cukup menenuhi Animo pengunjung yang ada - tak heran begitu pengunjung yang membludak menempati tak cukup Panggung Penuh dengan pengunjung , karena kursi yang tersedia penuh , tak Ragu karpet merah pembatas Panggung Utama dan kursi pengunjung jadi Santapan bagi pengunjung yang tidak kebagian tempat - termasuk aku - yang harus sedikit merayu sahabat ku untuk mau duduk tertikarkan karpet merah sore itu - :)

Subhanallah

Tak heran Novel ini begitu di tunggu karena ini memang sengaja di hold beberapa saat untuk alasan mendobrak penjualan karena sesudah laris dengan KCB1 Republika malah menurukan dibawah mihrab cinta dan sesetelah bulan Syawal berakhir novel ini baru dicetak.

buat seorang kawan : Syukron for your present & afwan, Allah belum menakdirkan kita untuk bertemu di Bookfair kemarein , mungkin suatu hari nati .

Ketika cinta bertasbih Part 2
dapat diperoleh di Republika Stand pas Book Fair 2007 kemarin
Harga pada saat Bookfair Rp.42.000 (Price after Discount)
or di Toko toko buku terkemuka Harga Normal Rp 49.500 ,-

oleh2 dari bookfair
Taken from Indonesia BookFair ke 27, Jakarta 14 Nov 2007 - 18 Nov 2007.



Blog EntrykematianAug 24, '07 1:52 AM
for everyone

''Perbanyaklah olehmu untuk mengingat kematian, si penghancur segala kesenangan duniawi.'' (HR Ahmad).

  Mengingat Kematian

Kematian merupakan kepastian. Tak seorang pun dapat menghindar dan melepaskan diri dari cengkeramannya. Firman Allah SWT, ''Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata.'' (Al-Jum'ah: 8).

Meskipun demikian, manusia pada umumnya tidak suka, bahkan sangat takut pada kematian. Bagi sebagian orang, kematian sangat menakutkan. Mereka membayangkan kematian sebagai peristiwa yang amat tragis dan mengerikan.

 

Dalam buku Mizan al-'Amal, Imam Ghazali menjelaskan beberapa alasan mengapa manusia takut terhadap kematian. Pertama, karena ia ingin bersenang-senang dan menikmati hidup ini lebih lama lagi. Kedua, ia tidak siap berpisah dengan orang-orang yang dicintai, termasuk harta dan kekayaannya yang selama ini dikumpulkannya dengan susah payah. Ketiga, karena ia tidak tahu keadaan mati nanti seperti apa. Keempat, karena ia takut pada dosa-dosa yang selama ini ia lakukan.

Walhasil, manusia takut karena ia tidak pernah ingat kematian dan tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut kehadirannya. Manusia, kata Ghazali, biasanya ingat kematian hanya kalau tiba-tiba ada jenazah lewat di depannya. Seketika itu, ia membaca istirja': ''Inna lillahi wa inn! a ilaihi raji'un.'' Namuan, istirja' yang dibaca itu hanyalah di mulut saja, karena ia tidak secara benar-benar ingin kembali kepada Allah dengan ibadah dan amal saleh. Jadi, kalau demikian, agar tidak alergi dan fobia dengan kematian, manusia, menurut Ghazali, harus sering-sering ingat kematian.

 

Menurut Ghazali, ingat kematian akan menimbulkan berbagai kebaikan. Di antaranya, membuat manusia tidak ngoyo dalam mengejar pangkat dan kemewahan dunia. Ia bisa menjadi legawa (qona'ah) dengan apa yang dicapainya sekarang, serta tidak akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi pribadinya. Kebaikan lain, manusia bisa lebih terdorong untuk bertobat alias berhenti dari dosa-dosa, baik yang disengaja ataupun tidak. Lalu, kebaikan berikutnya, manusia bisa lebih giat dalam beribadah (terutama sholat) dan beramal saleh dengan ikhlas karena Allah semata adalah sebagai bekal untuk kebaikannya di akhirat kelak. Dengan berbagai kebaikan ini, orang-orang tertentu seperti kaum sufi tidak takut dan tidak gentar menghadapi kematian. Mereka justru merindukannya, karena hanya lewat kematian mereka dapat menggapai kebahagiaan yang sebenar-benarnya, yaitu berjumpa dengan Allah dalam ridha dan perkenan-Nya.

Inilah anugerah dan kabar gembira dari Allah kepada mereka. Firman-Nya, ''Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'.'' (Fushshilat: 30).


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help