SUMBER : Materi seminar merawat cinta 
Setiap orang menikah pasti ingin membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah so dalam pernikahan diperlukan cinta kasih antar sesama pasangan.
Untuk itu ajaran islam menganjurkan seseorang untuk mengungkapkan rasa cinta secara verbal. Hal ini tidak hanya berlaku secara khusus kepada antar pasangan, melainkan juga secara umum yakni antar sesama muslim sendiri, Rosulullah SAW bersabda : "Jika seorang laki-laki mencintai saudaranya, maka hendaknya ia mengatakannya kepadanya bahwa ia mencintainya." (HR. Abu Daud & Tirmidzi).
Jangan hanya diawal pernikahan kita mengucap cinta & sayang, yang seakan dua kata itu menjadi kata mujarab bagi insan yang sedang dimabuk asmara namun seiring waktu ketika usia pernikahan terus merambat, kata cinta begitu miskin terdengar. Dimana cinta yang dulu membara? Jika sudah begini ungkapan cinta & sayang bak sebuah cerita romantis dalam film namun tidak bisa diwujudkan dalam realita.
Pernikahan : peristiwa duniawi & ukhrowi
Betapa bahagianya hidup dibawah naungan CINTA illahi, didalam dekapan kasih orang-orang yang terkasih terutama dari pasangan hidupnya, bersama dengan orang yang kita cinta yaitu : suami - istri, kita bisa meniti kehidupan, menguntai asa, dan cinta menuju kehidupan akhir.
Inilah sebabnya menurut Ustad Ahmad Heryawan,LC bahwa pernikahan dikatakan sebagai peristiwa duniawi & ukhrowi sekaligus lantaran pernikahan tidak hanya menyangkut kehidupan duniawi saja melainkan kelak akan dibawa menuju bekal akhirat.
Modal utama dari sebuah pernikahan adalah CINTA.
So jangan pernah berharap pernikahan bisa bahagia tanpa CINTA.
Namun disaat cinta telah dimiliki yang sulit adalah mempertahankan cinta agar tetap abadi sepanjang masa kecuali hanya maut yang memisahkan. Banyak orang yang menikah tapi tidak memahami hakikat cinta dan tidak mengerti tujuan pernikahan. Jika demikian jangan berharap setelah menikah pasangan hidup kita bisa menjadi apa yang kita inginkan, ketika hal itu tidak didapat maka yang timbul kekecewaan bahkan amarah sehingga menjadi pemicu timbulnya konflik.
Apakah itu yang dinamakan cinta?
Kita baru bisa saling mencintai disaat kita bisa menerima kelebihan & kekurangan pasangan. Jangan hanya menuntut pasangan sesuai dengan apa yang kita harapkan dengan hanya melihat kekurangan yang kita temukan pada dirinya sementara kita tidak mawas diri apakah kita sudah bisa menjadi suami / istri yang baik untuk pasangan kita?
Pada dasarnya cinta adalah memberi bukan menerima.
Jika kita ingin dicintai suami atau istri, maka kita harus mencintainya terlebih dahulu itulah hakikat cinta sejati.
Kehidupan rumah tangga yang bahagia adalah ketika pasangan bisa setia saling menjaga cinta memang itu bukan hal yang mudah sebab dalam berumah tangga akan banyak terjal yang harus dilalui. Untuk itu selain cinta juga harus dilandasi dengan TAKWA, sehingga kita akan seimbang menjalani kehidupan ini. Dengan ketakwaan maka tujuan yang hendak dicapai dalam mengayuh biduk pernikahan akan semakin jelas, yaitu semata-mata ibadah demi mencari keridohaan Alllah SWT.
Jangan Malu Mengekspresikan Cinta.
Cinta seperti halnya bunga-bunga ditaman. Jika kita rajin menyiramnya dan diberi pupuk maka akan tumbuh bunga yang baik dan sehat. Untuk itu kita harus merawat cinta dengan menyiramnya dan memupuknya.
Jangan pernah malu mengatakan cinta pada pasangan, karna cinta merupakan sesuatu yang agung yang diciptakan Allah.
Bisa dibayangkan apa jadinya dunia ini jika tidak diciptakan cinta.
Pentingnya Komunikasi.
Menurut Wulansari, Psi. Kunci utama menjaga cinta dalam hubungan suami istri adalah komunikasi. Fenomena yang terjadi saat ini adalah begitu banyaknya kawin-cerai lantaran tidak terjalinnya komunikasi dengan lancar. Bisa dibayangkan hidup bersama dengan seseorang tanpa komunikasi dua arah. Meskipun punya modal cinta untuk memasuki pernikahan, cinta itu akan terkikis habis lantaran sulitnya berkomunikasi. Padahal komunikasi baik verbal maupun nonverbal merupakan cara mengekspresikan cinta.
Dengan komunikasi yang lancar maka pasangan bisa saling menjaga cinta dan mau menerima perbedaan yang sudah melekat pada diri pasangan. Dengan komunikasi pula maka istri maupun suami bisa menyampaikan kebutuhan dan keinginannya dengan begitu akan tercirpta hubungan rumah tangga yang harmonis.
Kurangnya komunikasi akan timbul frustasi,karena baik suami maupun istri akan merasa asing, kurang toleransi. Bahkan merasa tidak bahagia karena merasa tidak dicintai-disayangi/tidak dibutuhkan oleh pasangannya. Dan akibatnya berakhir pada perceraian.
Mengingat betapa pentingnya komunikasi, kita harus berupaya menjalin komunikasi dgn baik didalam rumah tangga. Dengan komunikasi yang baik didalam keluarga maka tak akan sulit menjaga keharmonisan rumah tangga. Dengan demikian suami istri bisa dipandang sebagai suatu mitra / teman untuk berbagi suka&duka.
Dalam berkomunikasi dengan pasangan hendaknya bicara dengan baik-baik (QS, 4:5) sehingga tidak ada misscommunication. Alangkah baiknya jika kita bicara dengan lemah lembut (QS, 20:44), hingga akan timbul rasa kasih sayang yang semakin besar. Bicara yang baik akan menyenangkan pasangan maka kita juga harus bicara yang menyenangkan (QS, 17:28) dengan perkataan yang mulia (QS, 17:23) sebagaimana Rosul berbicara kepada istri-istrinya. Hendaknya kita berimbang memberi & menerima cinta kasih. Berilah cinta yang terbaik yang kau miliki untuk mendapatkan yang terbaik dari pasangan hidupmu